Inilah dia Hanan Attaki, Penggagas Pemuda Hijrah

Saat pertama kali liat desain posternya, KEREN! Terus  kebayang bakalan asik kajiannya. Jadi hal ini alasan yang jadi buat remaja tertarik buat dateng ke acara kajiannya.

Trus, Pernah ga liat Masjid penuh dengan pemuda *BUKAN* di bulan Ramadhan? Disini tempatnya. Di Masjid Trans Studio Bandung. Tiap Rabu kajiannya Ustadz Hanan Attaki akan penuh dengan jamaah yang isinya remaja yang didominasi oleh ikhwan! Wow! Allahu Akbar!

Jika biasanya kajian banyak diisi oleh akhawat, ini penuh benar oleh ikhwan. Subhanallah. Sebenarnya kajian Pemuda Hijrah awalnya rutin diadakan di Masjid Al Lathief di jalan Saninten No. 2 Bandung. Namun karena masjid sudah tidak muat oleh ledakan jamaah yang semangat berhijrah, dan antusias mendengar kajian dari Ustadz Hanan, maka berpindah ke Masjid Trans Studio Bandung.

Di Masjid Trans Studio Bandung jamaah dihadiri oleh sekitar 3000 orang, bahkan pernah saat shalat Isya masjid sampai tidak muat menampung ikhwan yang akan shalat di Masjid TSB. Berarti benar antusiasnya luar biasa, kan?


Gerakan Pemuda Hijrah 
Pemuda Hijrah berdiri sejak Maret 2015. Pemuda Hijrah didirikan oleh kurang lebih 5 orang (catat: ini bukan event organizer atau semacamnya, tapi merupakan gerakan). Logonya sendiri adalah Shift yang suka ada di laptop/PC ada tombol Shift yang berarti pindah atau berubah.

Ustadz Hanan Attaki 
Beliau merupakan founder Pemuda Hijrah. Gaya ceramah Ustadz Hanan attaki ringan dan mudah diterima bagi remaja. Nilai plusnya, beliau selalu memberi support pada setiap kajiannya untuk para jomblo agar segera menggenapkan setengah dien nya. Istilahnya jomblo memang karena ingin menjaga diri dari zina, dan terus mencari ilmu untuk segera menyempurnakan agama. Jomblo fii sabilillah.

Ustadz Hanan tumbuh dengan didikan Islam dari kecil. Beliau asli Aceh, nama awal beliau Tengku Hanan Attaki. Saat mudanya, beliau lewatkan berkuliah ke Al Azhar, Kairo, Mesir.

Uniknya, beliau anak ke 5 dari 7 bersaudara. “Sebenarnya anak 1 dari ibu kandung. Tapi kalau dari keluarga besar (ustadz hanan sedang menghitung), Intinya kalau dari keluarga Ayah ada 19 orang bersaudara.” keluarga besar banget, ya.. hehe..

Ustadz Hanan sejak SD sudah mendapat beasiswa. Beberapa kali memenangi Musabaqah Tilawatil Quran dari mulai dapat sepeda dipakai ke sekolah, dan pernah juga dapat Televisi. Saat kuliah pun mendapat beasiswa. Di keluarga beliau, Ustadz Hanan orang pertama yang kuliah dan kuliahnya pun ke luar negeri. “Ngga ngandelin duit. Murni dari nol. Doa dari orang tua. Dan Alhamdulillah terjadi perubahan yang signifikan di keluarga.” Ungkapnya.

Hal yang membuat Ustadz Hanan bertahan adalah beliau yakin bahwa Allah Swt.di Indonesia dan Allah Swt.di Mesir sama, maksudnya ngga ada bedanya. Pasti Allah Swt. kabulkan permintaan kita. Maka terus belajar minta sama Allah Swt.

Perjalanan ke Mesir dari mulai awalnya saat mau ke luar negeri masih Visa Turis, lalu belum tinggal di asrama mahasiswa gratis. Dan saat pengetesan di kampus ngga ditanya berapa nilai Matematika, tapi ditanya, “kamu bisa ngaji, ngga?” Alhamdulillah Ustadz Hanan Attaki bisa langsung masuk ke Al Azhar dan langsung mendapat prioritas mendapat beasiswa.

Beliau di Mesir berbisnis dari mulai jual bakso, bisnis catering, dan sempat jadi joki hajar aswad (pada saat musim haji). Semua bermodalkan nekad dan ngandelin semuanya ke Allah Swt.

Ustadz Hanan Attaki juga pernah membuat buku, lho. Judulnya Tadabbur Quran. Beliau akhirnya memutuskan ingin bermanfaat di kota Bandung, dan berdakwah lewat Pemuda Hijrah. Beliau ingin ada system perubahan pada masyarakat dengan adanya dakwah.

“Ada rasa bersalah kalau tiap ada taklim, tapi wajahnya sama. Justru kalau ada yang baru, itu senang karena ingin berdakwah hijrah kepada mereka yang masih phobia dengan Islam padahal ber-KTP Islam. Kalau mereka yang telah terjaga bisa lanjut dengan Dakwah Tarbiyah.” ujar Ustadz Hanan.

“Seandainya Allah Swt.memberi hidayah melalui perantaraan kita, maka itu lebih baik dari seluruh nikmat di dunia.”

Ustadz Hanan pun bercerita perihal Abu Bakar As Shiddiq yang amat banyak pahalanya dan mengungguli daripada siapapun karena sekali kali tidak akan terkejar, karena banyak Assabiquna Awwalun yang masuk Islam diajak oleh Abu Bakar. Dan orang yang telah mendapat pahala, orang yang mengajaknya pada Islam pun akan mendapat pahala yang sama. Itulah mengapa pahala Abu Bakar As Shiddiq begitu luas.

 “Sesungguhnya dakwah jangan terkungkung hanya di dalam masjid. Jika begitu, maka dakwah hanya akan berada dalam seputaran orang-orang yang sudah shaleh. Maka dakwah kepada anak muda merupakan sebuah kebangkitan. Dan bisa jadi juga terjadi kehancuran jika dakwah tidak sampai kepada mereka,” ungkap Ustadz Hanan Attaki,

Kami ini Dai, bukan Hakim. No judgment.
Beliau juga mengungkapkan bahwa, “Kami ini Dai, Bukan Hakim. No Judgment.” Saat ini ada juga Brigez Berdzikir, yakni mereka yang anak geng motor, tapi senang juga ikut ngaji. Mereka pernah ikut ngaji bersama Ustadz Arifin Ilham.

Beliau berharap agar umat Muslim mulai perluas jangkauan dakwah. Tagline beliau Banyak maen, banyakin manfaat, banyakin pahala…sedikitin dosa…
instagram ustadz di IG https://www.instagram.com/hanan_attaki/

Jika ingin tau lebih banyak tentang kajiannya, dan ingin denger ceramahnya, yuk cek websitenya di http://pemudahijrah.com/  instagramnya di https://www.instagram.com/pemudahijrah/
Fanpagenya https://www.facebook.com/pemudahijrah/?fref=ts
Twitter https://twitter.com/PemudaHijrah

copas dari blog : http://www.srialhidayati.com/2017/01/hanan-attaki-founder-pemuda-hijrah.html

Bagikan ke Sosmed

Rizal Hidayat

Works as an IT consultant in singapore company, currently studying entrepreneurship at the Kemasaja.com project.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *