Ustad Hanan Attaki : Shift, Gerakan Dakwah Kreatif Asal Bandung

AL-IKHLASH, Detik – Dakwah dengan ceramah sudah biasa. Namun bagaimana bila yang disasar adalah para anak punk dan para pemuda lain yang punya prinsip idealisme sendiri? Para pemuda hijrah di Bandung ini punya jawabannya.

Berawal dari kajian di Masjid Al Lathiif, Bandung, Jawa Barat, sejumlah pemuda yang dulunya pernah bermasalah dengan kenakalan akhirnya memutuskan hijrah. Setelah mantap dengan jalan yang ditempuhnya, mereka berusaha mengajak pemuda-pemuda lain agar berubah.

Metoda yang digunakan tentu saja tidak bisa dengan cara biasa. Dakwahnya harus disesuaikan dengan berbagai hal yang digandrungi anak muda, misalnya media sosial. Mereka berkampanye di blog, akun Instagram, facebook sampai YouTube. Nama ‘Shift’ dipilih sebagai simbol gerakannya.

detikcom meninjau akun-akun tersebut, Selasa (11/8/2015). Misalnya, di blog pemudahijrah.com, terlihat foto Fani Krismandar (Inong), ikon skater di Indonesia yang juga sudah memutuskan hijrah. Berbaju koko, bersarung dan membawa sajadah, dia berpose di dekat papan selancar sambil berdoa.

Di blog itu, terdapat sejumlah video ceramah dari ustaz Hanan Attaki, tokoh yang kerap mengisi kajian bersama para pemuda hijrah di Masjid Al Lathiif. Tema-tema ceramahnya pun disesuaikan dengan anak-anak muda, misalnya ‘keep the faith’, ‘show on the road’, ‘derita jomblo’.

Di facebook dan instagram, terdapat juga kampanye-kampanye hijrah yang disuarakan para pemuda tersebut. Mereka menggunakan gambar-gambar menarik agar bisa merangkul pemuda di media sosial. Misalnya, seperti berikut:

facebook pemudahijrah.com

Tak hanya itu, kisah inspiratif dari para pemuda hijrah juga menarik. Misalnya, ada kisah duda keren Medi yang memutuskan untuk hijrah setelah terkena narkoba dan jeratan wanita. Lalu, ada juga kisah Kiki Ahmad mantan pentolan Brigez yang kini sudah fokus beribadah.

BALADA SEORANG DUREN (DUDA KEREN)Kegagalan pernikahan menjadi episode paling menarik dari kisah panjang hijrahnya…

Posted by Pemuda Hijrah on Sunday, August 9, 2015

Saat ditemui detikcom di masjid Senin (10/8) malam, Inong bercerita tentang cara dakwah kreatif ini. Menurutnya, anak muda terutama anak punk tidak bisa dirangkul dengan cara biasa.

“Sejak kami kumpul di sini, sharing di sini, saling tukar pikiran, ya kami pikirkan bareng bagaimana mengajaknya. Misalnya, lagi dakwah ke anak punk. Ajak anak punk untuk gabung. Ya jangan pakai gamis, jangan pakai peci, tapi pakai jaket kulit, pakai spike. Dan omongannya pun tidak tiba-tiba bicarakan dalil, enggak, yang ringan-ringan saja,” cerita Inong.

Menurut Inong, program ini baru berjalan selama 7 bulan. Dia memang mendesain bahasa dan fitur kreatif untuk berdakwah. Salah satunya adalah tema ceramah yang akan disampaikan ustaz.

“Misalnya nih, ustaz melempar tema. Tema untuk Rabu depan itu tentang bersabar dalam menanti jodoh. Itu traffic-nya tinggi tuh, itu tema-tema yang diminati anak muda. Itu kan bahasanya terlalu pesantren, gimana caranya biar catchy di anak muda. Diubah jadi derita jomblo itu kifarat dosa,” papar pria yang kerja di distro tersebut.
(avi/mad)

Source : http://news.detik.com/berita/2988687/shift-gerakan-dakwah-kreatif-pemuda-di-bandung-rangkul-anak-punk

Bagikan ke Sosmed

Rizal Hidayat

Works as an IT consultant in singapore company, currently studying entrepreneurship at the Kemasaja.com project.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *